Makna Tongkat Asclepius Dalam Logo IDI

          Pastinya kita semua tahu dengan logo di samping ini... yak ini adalah logo dari profesi kedokteran indonesia. Terlihat jelas bahwa di dalam logo tersebut terdapat gambar sebuah tongkat yang dililit oleh seekor ular, itulah tongkat Asclepius yang akan kita bahas selanjutnya.
          Selain menggunakan gambar tongkat Asclepius terdapat pula logo kedokteran yang menggunakan gambar tongkat Hermes sebagai pusat dari logo tersebut.

dan tentunya gambar ular  yang mengelilingi tongkat-tongkat tersebut. Apa makna dari semua tongkat ini...?
Mari kita bahas satu-persatu.


          Ular adalah hewan yang memiliki kemampuan untuk menggantikan kulit, hal ini dihubungkan dengan penyembuhan... oleh karena itu ular dijadikan salah salah satu lambang untuk kedokteran. 
          Setelah periode waktu tertentu hal ini sering dikaitkan dengan “kehidupan/kesembuhan yang baru”. Bisa ular dapat berfungsi sebagai racun namun dapat juga berfungsi sebagai pengobatan, hal ini dihubungkan layaknya obat-obatan yang digunakan saat ini yang selain memiliki efek untuk menyembuhkan namun juga dapat menjadi racun bila salah pemakaian atau kelebihan dosis. Ular dilambangkan sebagai sifat seorang dokter yang bertugas berdampingan dengan kehidupan dan kematian.
               Tongkat juga dijadikan simbol dalam lambang kedokteran dalam hal ini terdapat beberapa pendapat yang dikemukakan. Tongkat merupakan simbol kemandirian seorang Asclepius dalam bekerja dan mengobati. Tongkat juga bisa berarti “penopang” pada saat seseorang sedang menderita penyakit. Namun demikian, secara bersamaan ular dan tongkat merupakan lambang profesionalisme dan kemandirian seorang dokter.
             Sekitar tahun 2009 JK mengusulkan untuk mengganti lambang kedokteran dengan orang yang tersenyum. JK beranggapan bahwa simbol ular merupakan simbol yang mengerikkan dan menakutkan bagi pasien dan sudah tidak cocok lagi di zaman seperti sekarang ini. "Saya lihat empat lambang dari lima ada ularnya. Kalau dulu bolehlah, mungkin terkait dengan bisa. Tapi sekarang ya nggak lagilah. Itu menakutkan," Dalam hal ini JK mengomentari Logo dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), dari kelima organisasi profesi di atas empat diantaranya menggunakan ular sebagai simbol kecuali Logo PPNI.
               Usulan ini jelas menjadi kontroversi dan menimbulkan geli organisasi-organisasi profesi kesehatan. Bagaimana tidak jika melihat bahwa ikon ular memiliki sejarah dan makna tersendiri yang diguakan hampir di seluruh belahan dunia.





Baca Juga



6 comments:

  1. utk manusia yg baru lahir thn 1900an gak bakal nerti Iluminati dgn segala persekongkolananya utk mencipta "the new world of order".

    kalian semua anak baru kemaren.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar di blog kami...

      ^_^


      Delete
  2. Hariyadi ini udah sepuh yah.. umurnya udah 100 tahun lebih.... kayaknya juga tidak perlu dokter dia ini....
    suka menghina dan menghakimi orang lain... merasa paling benar...

    paling bentar lagi kamu juga mati.... mendingan anjing gua yang berguna daripada kamu tiada berguna... tidak memberikan penghargaan kepada orang lain yang sudah menuliskan di blog ini... benar-benar manusia sampah si hariyadi ini....

    ReplyDelete
    Replies
    1. ^_^
      Terima kasih Telah berkunjung di blog kami...
      Tidak apa-apa saudara Anonymous, semua berhak berkomentar asalkan tidak mengandung SARA...
      Mari kita sama-sama bijak dalam berkomentar...

      Semoga sukses selalu Saudara Anonymous...
      Aamiin....

      Delete
  3. Secara logika sangat masuk akal mengapa IDI menggunakan simbol ini. Terlepas terdapat makna ambigu di dalamnya...just be logical

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih telah berkunjung di blog kami...

      Delete

Pembaca Baik Selalu Meninggalkan Komentar